Kamis, 10 Januari 2019

kekecewaan~

Suatu masa dimasa silam, aku pernah bertahan sekuat-kuatnya untuk seseorang.
Bahkan separuh warasku abaikan.
Aku menjadi apapun asal bisa bersamanya,
agar semua yang kuinginkan dapat kumiliki.
Waktu itu aku membutakan diri sebuta-butanya.
Menjadi tuli untuk segala perkara yang melemahkan dada
Aku ingin dia, kuperjuangkan dia sekencang-kencangnya berlari.
Hingga, tersungkuk aku setengah mati.
Namun, yang aku dapatkan adalah kenyataan dia tidak peduli.
Hari-hari patah dan kalah, hari-hari kecewa dan jatuh akhirnya kulalui juga.
Panjang rentang waktu terasa. Nyatanya luka lebih dalam dari apa yang kukira.
Aku menenangkan diri berkali lipat dari patah hati - patah hati sebelumnya.
Dia tak hanya menghancurkan harapanku,
dia juga mengajarkan betapa kejamnya perasaan yang dia miliki kepadaku.
Dia yang kuberikan segalanya, dibalas hantam tangis sehina-hinanya.
Ia campakan begitu saja, hingga sepenuh latar bumi,
sepalung lautan kukutukan sepi sepanjang hidupnya.
Pada hari itu, usai sudah segala perkara.
Kulepaskan ia kepada semesta, matilah bersama sedih-sedih yang dia derita.

Rabu, 09 Januari 2019

Setelah semuanya berlalu~

    Setelah tidak denganku, semoga harimu lebih menyenangkan .
 Temuilah seseorang yang lebih keras memperjuangkan mu, yang lebih tabah memahamimu
melebihi segala hal yang pernah kulakukakn untukmu. 
Semoga bukan luka yang kamu dapatkan ataupun kesedihan yang berkepanjangan.
 Nanti kamu akan mengerti, bahwa yang pernah mencintaimu ini memiliki arti.
Bahagialah selalu, biar kutemui pemilik rindu yang baru untukku.
Jalani lagi hari-hari tanpa kebersamaan kita.
Kamu akan menerima apa pun yang ingin kamu terima dari semesta. 
Doa-doa baik yang kamu panjatkan.
Pertemuan-pertemuan yang kamu rencanakan.
Semoga saja kamu menemukan hal-hal membahagiakan mu.
Aku tentu saja akan memilih jalan yang berbeda. 
Setelah tidak denganku, semoga kamu tidak menemukan orang yang salah.  
Seseorang yang tidak meninggalkanmu demi sesuatu yang terlihat  lebih indah.
Seseorang yang tidak menjatuhkanmu hanya demi memenuhi ambisi mendapatkan yang lebih dalam hidup ini. 
Kamu jadilah yang paling tabah. 
Jika nanti tanpa direncanakan hatimu patah
Tak ada yang bisa memastikan semua akan baik baik saja.
Sebab itu persiapkanlah diri jika hal buruk menimpa.
Semoga setelah semua ini berlalu.
Tak ada lagi rindu-rindu yang menjadi alasan untuk bertemu.
Doakan mati semua rasa yang dulu saling mendekatkan.
Hari baru telah tiba .. Saatnya bertemu dan berjalan lagi dengan orang baru yang saling menerima.
Orang baru yang mengerti bahwa setia itu berharga..
                              

Selasa, 08 Januari 2019

Jarak dan Rindu

 Biarlah jarak jauh membentang.
 Agar rindu tahu dimana seharusnya ia berpulang
 Lagi lagi tentang rindu, bahkan aku tak bosan  membicarakannya . Hanya saja, menjadi pemeran utama atas segala kerinduan adalah hal yang sangat membosankan. Ya, sedikit 
Namun, tidak untuk menjadikannya perbincangan antar kita
Sejati nya,
Jarak telah tercipta untuk sebuah doa.
Dan rindu ...
adalah penawaran untuk sebuah penantian 
Lalu apa ? 
Yaaa..
Ini tentang bagaimana seharusnya bertemu tanpa harus menjadikan nya candu.
Rindu, menjadi sebuah perantara agar insan mendoa pada Yang Kuasa . 
Rindu, menjadi alasan agar ada perjumpaan setelah jarak membentang menghukum kita 
Dan rindu , menjadi jalan untuk hati kemana seharusnya untuk berpulang .. 
                                     TERIMA KASIH :)

Tentang Rindu~



Sesekali pinjamlah rinduku, untuk membakar daun-daun di halaman rumahmu, sesekali kau harus tahu, hangat api yang kuciptakan untukmu. 

*** 
Aku pejamkan mataku, tak tertembus lampu, kecuali bayangmu.

 ***
 Hatiku kekasih, setabah asteroid di kegelapan langit, menunggu jatuh menjelma cahaya, di langit matamu yang biru. 

***
 Kebahagiaan yang sederhana di balik hujan senja, saat lenganmu melingkari bahu, dan rintik sengaja jatuh dengan suara merdu. 

*** 
Aku pernah menyembunyikan rindu dalam keremangan senja, tapi senja pun bersembunyi dalam bayangmu.

 *** 
Kau menitipkan sesuatu pada senja, cahaya yang mencakar langit hingga merah, betapa rindumu sudah semakin parah.

 *** 
Rindu tak dapat menjamin cintamu. Namun cinta, dapat menjamin rindumu. 

***
 Cinta itu ruang, rindu itu waktu. Di sini, kunikmati hangatnya hatimu.

 *** 
Perbedaan rindu dan jarak, jarak itu ada batasnya.